Enkode URL
Mengodekan URL Anda dengan cepat dan aman. Sederhana, cepat, tanpa kerumitan.
Tentang Alat Ini
Jadi, Anda punya URL yang mengandung spasi, simbol aneh, atau karakter yang sebenarnya tidak boleh ada dalam alamat web. Mungkin Anda sedang membuat tautan untuk API, mengirimkan data melalui query string, atau sekadar memastikan URL Anda tidak rusak saat seseorang mengkliknya. Inilah kenapa URL encoding diperlukan. URL encoding—yang juga disebut percent encoding—pada dasarnya adalah cara untuk menerjemahkan karakter yang tidak diizinkan dalam URL menjadi format yang aman untuk digunakan. Ini mengganti karakter yang bermasalah dengan tanda persen (%) diikuti oleh dua digit heksadesimal. Sebagai contoh, spasi menjadi %20, dan tanda ampersand (&) menjadi %26. Ini bukan sihir. Ini hanya sebuah standar. Jujur saja, setelah Anda melakukannya beberapa kali, ini akan terasa seperti hal yang sudah biasa. Kebanyakan bahasa pemrograman memiliki fungsi bawaan untuk hal ini, dan ada banyak alat online yang bisa melakukannya untuk Anda hanya dengan satu klik. Tapi memahami cara kerjanya? Itu bermanfaat.Fitur Utama
- Mengubah spasi, simbol, dan karakter non-ASCII menjadi format yang aman untuk URL
- Menggunakan percent encoding (%XX) untuk mewakili karakter yang tidak aman
- Mempertahankan karakter alfanumerik dan beberapa simbol aman seperti tanda hubung dan garis bawah
- Wajib digunakan untuk parameter query, data formulir, dan permintaan API
- Bekerja di semua browser dan server—ini bagian dari standar HTTP
- Dapat dikembalikan: Anda bisa menguraikannya kembali ke teks aslinya
FAQ
Mengapa saya perlu melakukan URL encoding?
Karena URL memiliki aturan ketat tentang karakter apa saja yang boleh dimuat. Jika Anda menyisipkan spasi atau tanda tanya di tempat yang tidak seharusnya, URL bisa terpotong atau salah ditafsirkan. Encoding memastikan semua karakter dikirim dengan benar—terutama saat Anda mengirimkan input pengguna atau data dinamis.
Apakah URL encoding membuat data saya aman?
Tidak. Encoding bukanlah enkripsi. Ini hanya mengubah format agar URL bisa berfungsi. Jika Anda mengirimkan kata sandi atau informasi sensitif, Anda tetap memerlukan HTTPS dan langkah keamanan yang tepat. Jangan mencampuradukkan encoding dengan perlindungan.