Kalkulator Bulan
Temukan jumlah bulan antara dua tanggal—cepat, sederhana, dan akurat.
Tentang Alat Ini
Jadi, Anda perlu mengetahui berapa bulan antara dua tanggal? Mungkin Anda sedang merencanakan sebuah proyek, melacak langganan, atau sekadar ingin tahu berapa lama sesuatu telah berlangsung. Apa pun alasannya, kalkulator bulan melakukan persis seperti namanya—menghitung bulan (dan kadang tahun) antara dua titik waktu. Ini bukan ilmu peluru karena tidak terlalu rumit. Anda memilih tanggal awal, memilih tanggal akhir, dan boom—Anda mendapatkan jumlah bulan di antaranya. Sederhana, kan? Tapi ini masalahnya: bulan tidak semuanya sama panjang. Beberapa memiliki 28 hari, beberapa 30, dan beberapa 31. Dan tahun kabisat? Astaga. Itulah kenapa menghitungnya secara manual bisa cepat berantakan. Kalkulator bulan yang bagus akan menangani semua hal rumit itu sehingga Anda tidak perlu repot. Saya membuat yang ini karena capek membuka spreadsheet setiap kali perlu mengecek berapa lama kontrak sudah aktif. Sekarang saya hanya memasukkan tanggal dan melanjutkan hidup saya.Fitur Utama
- Menghitung bulan penuh antara dua tanggal—masa lalu, sekarang, atau masa depan.
- Secara otomatis menangani tahun kabisat dan panjang bulan yang bervariasi.
- Memungkinkan Anda memilih apakah akan menghitung bulan parsial atau hanya bulan lengkap.
- Menampilkan hasil dalam bulan, atau memecahnya menjadi tahun dan bulan (seperti "2 tahun, 5 bulan").
- Berfungsi secara offline setelah dimuat—tidak perlu khawatir dengan koneksi internet yang buruk.
- Tidak ada iklan, tidak ada pelacakan, tidak ada omong kosong. Hanya antarmuka yang bersih dan hasilnya.
FAQ
Apakah menghitung bulan awal dan akhir?
Tergantung pengaturan Anda. Secara default, hanya menghitung bulan penuh—jadi jika Anda mulai pada 15 Januari dan berakhir pada 14 Februari, itu dianggap 0 bulan penuh. Namun Anda bisa mengaktifkan opsi untuk menyertakan bulan parsial jika Anda butuh perkiraan kasar.
Bagaimana jika saya hanya punya tahun dan bulan, bukan hari spesifik?
Tidak masalah. Cukup pilih hari pertama atau terakhir bulan—kebanyakan orang menggunakan tanggal 1. Kalkulator akan memperlakukannya seperti tanggal biasa. Cukup konsisten agar hasilnya masuk akal.